https://www.jaranhosting.com

https://www.jaranhosting.com>

Berita Hangat

Dihantam Skandal E-mail, Clinton Masih Ungguli Trump







Saat ini calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, tengah tersandung prahara, karena dicurigai melakukan kecurangan kampanye. Hal itu menjadi konsumsi publik setelah WikiLeaks membeberkan ribuan surat elektronik alias e-mail rahasia dari orang dalam kampanye Clinton.
Terbaru, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) bahkan menyatakan kembali melakukan penyelidikan terhadap skandal e-mail Hillary Clinton. Meski demikian, Clinton rupanya tak mengalami penurunan dukungan. Hingga kini, dia tetap unggul dibandingkan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump.
Menurut jajak pendapat yang dilakukan sebuah perusahaan riset, Ipsos AS, Clinton mendapat dukungan 42 persen. Sementara Trump mendapat dukungan 36 persen.
Dilansir Channel News Asia, Sabtu 29 Oktober 2016, penyelidikan skandal e-mail pribadi Clinton pernah dihentikan pada bulan Juli lalu. FBI kemudian menyelidiki e-mail pribadi Clinton kembali, karena ia dianggap menggunakannya untuk urusan negara, sewaktu menjabat sebagai sekretaris negara.
Saat kasus penyelidikan sempat dihentikan, pesaingnya naik pitam. Trump kemudian menuntut agar kasus itu diselidiki kembali, karena curiga ada kecurangan yang diperbuat Clinton dalam kampanye, dengan e-mail-nya tersebut. FBI pun membuat surat ke kongres, hingga penyelidikan kini dilanjutkan kembali.
Dari jajak pendapat yang digelar Ipsos, terbukti ternyata kasus e-mail sejauh ini tak berpengaruh bagi Clinton. Masyarakat tetap percayai dia akan memimpin negeri Paman Sam ke depan. Jajak pendapat sendiri dilakukan secara online.
Trump ditinggalkan wanita
Dari jajak pendapat itu juga disebutkan, Trump kehilangan dukungan dari kalangan wanita. Fakta itu dikatakan terjadi sejak awal bulan September 2016. Trump tetap mendapat dukungan suara di bawah 40 persen hingga sekarang. Menurut Ipsos, Clinton kini menjadi unggul dengan pendukung berjenis kelamin wanita.
Trump bukan tanpa isu negatif. Dia diterpa kasus pelecehan terhadap sejumlah wanita. Di antaranya diawali sebuah video pada 2005 yang kemudian viral ke publik, di mana Trump melakukan aksi raba-raba terhadap wanita hingga menciumnya tanpa izin. Hingga kini, tercatat sudah ada 12 wanita yang mengaku mendapat pelecehan dari Trump. Fakta memang baru diungkapkan para wanita pelapor saat Pilpres AS tengah digelar.
Trump telah membantah semua isu itu. Dia menyatakan bahwa wanita-wanita itu hanya mengambil keuntungan untuk menjadi terkenal dan menjatuhkan dirinya.

No comments